Archive for Indonesia Monitor

SBY dan Pesan Kiai Misterius di Jalan Jaksa

Posted in Presiden SBY with tags on July 18, 2008 by anugue
SBY dan Kiai Muda di Jalan Jaksa

SBY dan Kiai Muda di Jalan Jaksa

Jauh sebelum menjabat Presiden, SBY dianggap tak bisa lepas dari dunia mistik. Setidaknya, ada dua kiai penasihat spiritual SBY. Moh Anshari dari Indonesia Monitor mewawancarai Achmad Mubarok, Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat yang kerap dipercaya SBY sebagai ‘pintu penghubung’ dengan kalangan spiritual. Berikut petikannya:

Sejauh mana pertalian SBY dengan dunia mistik?

Dulu, menjelang pencalonannya, Pak SBY sering mendapat isyarat dari para tokoh ulama yang memintanya bersedia mencalonkan diri sebagai Presiden 2004. Para ulama yang selalu menopang di belakang SBY memakai nama sandi ‘Kiai Langitan Banten’.

Ada dua kiai yang setia menopang di belakang SBY. Pertama, kiai misterius asal Banten yang tidak pernah mau disebut namanya sampai sekarang. Ciri-cirinya, usia masih muda, berpenampilan sederhana seperti bukan kiai, dan tinggal di sebuah gunung di Banten yang lokasinya berdekatan dengan Alm Mbah Dimyati (ulama karismatik Banten).

Uniknya, kiai misterius ini nggak pernah ketemu sama sekali dengan SBY. Komunikasinya lewat jarak jauh dan melalui beberapa perantara. Salah satunya saya. Kalau saya ketemu (dengan kiai misterius), biasanya di Jalan Jaksa, Jakarta Pusat. Terkadang di terminal, bandara atau lokasi wisata.

Kalau akan terjadi sesuatu yang kurang kondusif, dia nitip pesan kepada SBY lewat saya. SBY disuruh shalat tahajjud dan disuruh baca ‘Hasbunallah wa ni’mal wakil’’ sebanyak 7 kali. Bacaannya ringan- ringan saja. Kiai ini pula yang sudah jauh-jauh hari menangkap isarat bahwa SBY bakal jadi orang besar dan bakal terpilih sebagai presiden tahun 2004 lalu.

Hingga sekarang, kiai ini masih terus membimbing SBY dari jarak jauh. Kedua, KH. Nashihin (40), dari Pati, Jawa Tengah yang juga penasihat Jam’iyah Ahlit Thariqah Mu’tabarah Indonesia (JATMI). Beliau penasihat spiritual Pak SBY sejak menjadi Menko Polkam. Dia pula yang menyarankan Pak SBY mendirikan Partai Demokrat kemudian diminta mencalonkan diri sebagai capres 2004.

Laku spiritual yang dijalankan Pak SBY adalah melakukan ziarah ke makam para wali, seperti Kyai Kholil Bangkalan Madura, Maulana Hasanudin Banten, Sunan Gunung Djati Cirebon, Habib Husein Alaydrus Luar Batang Jakarta Utara dan lain-lain. Perjalanan spiritual tersebut setidaknya menjadikan Pak SBY punya keyakinan dan spirit batin yang tinggi.

Jangan-jangan, SBY juga meminta wangsit dulu dari penasihat spiritualnya sebelum memutuskan kebijakan?

Pak SBY bukan orang mistik. Dia sangat rasional. Dalam memutuskan kebijakan, Pak SBY lebih mengandalkan pertimbangan rasional ketimbang pertimbangan mistik. Tapi, minta didoakan kepada ulama. Dia memandang kiai sebagai orang yang harus dihormati, dimintai nasehatnya, dan diminta barokahnya. Siapa tahu akan mendatangkan barokah. Kiai-kiai nggak pernah ngasih wirid yang panjang-panjang.

SBY hanya diberi tasbih pemberian Syeikh Hisyam Kabbani (ulama asal Amerika) yang selalu dibawa kemana pun pergi. Ada lagi sebuah sorban pemberian KH Nashihin Pati. Tapi, tokoh-tokoh spiritual ini melakukan pengamanan secara supranatural tanpa sepengetahuan Pak SBY.

Apakah benar SBY sudah dibai’at (diikat) sebagai anggota tarekat?

Betul. Pak SBY pernah dibai’at menjadi anggota tarekat Naqsyabadiyah pimpinan Syaikh Hisyam Kabbani. Suatu ketika, Syaikh ini ketemu dengan Pak SBY sebelum jadi Presiden. Dia berkata berulang-ulang, “You will be president” kepada Pak SBY. Setelah itu, Pak SBY dibaiat sebagai anggota tarekat Naqsyabandiyah.

Hingga sekarang Pak SBY masih mengamalkan amalan tarekat itu. Bahkan, Pak SBY masih suka mengadukan diri kepada Syaikh kalau sedang menghadapi persoalan.

Menghadapi 2009, sudahkah ada wangsit dari penasihat spiritual buat SBY untuk kembali maju?

Belum ada pesan apakah Pak SBY diizinkan mencalonkan kembali atau tidak. Yang pasti, sudah ada isyarat dari beberapa ulama bahwa SBY akan menghadapi sejumlah rintangan dalam tahun-tahun ke depan. Jika pun memerintah kembali, Pak SBY diramal menemui zaman yang teramat sulit.

Fakta dan Cerita Mistis Seputar SBY

Posted in Presiden SBY with tags on July 18, 2008 by anugue

Ketika Angka 9

Menjadi ‘Tuhan’

Angka 9 adalah angka istimewa Presiden SBY. Angka itu dipercaya memiliki kekuatan yang bisa mengawal dan mengamankan kedudukannya sebagai orang nomor satu. SBY pemuja klenik?

DALAM dunia spiritual, sejatinya, tidak dikenal istilah kebetulan. Karena, semua yang terjadi adalah karena kuasa dan karsa-Nya. Manusia tidak akan mampu berbuat apapun tanpa izin Tuhan. Naiknya SBY menjadi presiden, penguasa di republik ini, juga bukan karena kebetulan. Ia lahir dari sebuah cita-cita panjang yang rapi direncanakan oleh para konseptornya. Para konseptor ini tidak hanya mengurus dukungan massa, pengumpulan dana, dan persyaratan lain yang tampak kasat mata tapi juga menempuh jalur lain yang ada kaitannya dengan rasa dan spiritual untuk mendukung cita-cita panjang itu.

Sudah jadi rahasia umum, Partai Demokrat yang pada awal berdirinya memiliki berbagai keunikan dalam hal menentukan angka-angka penanggalan serta angkaangka lain yang berkaitan dengan angka kelahiran sang calon presiden. SBY lahir pada 9-9-1949. Ada dominasi angka 9 dalam kelahiran presiden. Maka, angka 9 dianggap sebagai angka misterius, bernasib baik, serta angka keberuntungan. Tak heran jika kemudian dalam merumuskan tindakan, SBY tidak mau terlepas dari angka 9.

Fenomena Angka 9 dalam Pemilu 2004

  1. Partai Demokrat (PD) lahir pada, 9-9-2001.
  2. Pendiri PD ada 99 orang.
  3. Tim perumus berjumlah 9 orang.
  4. Akte notaris yang dikeluarkan oleh Aswendi Kamuli, SH Nomor 9
  5. Pengakuan dari Depkeh & HAM terjadi tanggal 9 Oktober 2001
  6. Diumumkan pada Lembaran Berita Negara juga Nomor 81 (9)
  7. Tanda gambar dalam Pemilu 2004 Nomor 9

Semuanya harus klop dengan kelahiran SBY tanggal 9-9-1949. Setelah menjadi presiden melalui Pemilu 2004 tanggal 9 bulan 9, SMS center kepresidenan pun bernomor 9949. Tidak hanya itu, harian yang memback up penuh kebijakan SBY, Jurnal Nasional dan Jurnal Bogor sarat dengan simbol-simbol angka 9. Pada Koran tersebut, setiap halaman 9, angkanya dipertebal dan diperbesar dibandingkan halaman yang lain. Setiap wawancara dengan narasumber, hanya 9 pertanyaan yang dilontarkan.

Media resmi kepresidenan namanya juga memakai angka 9: Sambung Hati 9949. Di luar angka kelahiran SBY, benarkah semua itu kebetulan belaka? Benarkah ini semua tanpa makna, tanpa prediksi, tanpa impian, dan tanpa perhitungan? Semuanya berujung pada pertanyaan: SBY pemuja klenik? Pertanyaan itu kembali hangat ketika jadwal pemungutan suara pemilu legislatif mundur menjadi 9 April 2009, dari jadwal yang telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebelumnya yakni tanggal 5 April 2009.

Anggota DPR dari Partai Amanat Nasional (PAN), Alvin Lie, juga mempertanyakan hal itu. Alvin menduga, perubahan tersebut bukan disebabkan karena bentrok dengan hari ibadah umat Kristen atau hari ritual Cheng Beng bagi warga keturunan Cina. Tapi, disebabkan SBY seperti mendewakan angka 9. Apalagi, perubahan dilakukan setelah Ketua KPU, Abdul Hafidz Anshary, bertemu SBY.

Sebenarnya, apakah misteri di balik angka 9? Ketua Lembaga Penegakan Budaya Nusantara Putu Gedhe Prawira, mengatakan, angka 9 merupakan angka yang tertinggi dan terunik. Angka ini penuh misteri. Sebab, jika dikalikan kelipatan berapapun lalu dijumlahkan, akan tetap menghasilkan angka 9. Menurutnya, angka 9 menjadi terkenal semenjak kerajaan Demak, karena keberadaan Wali Sanga (dewan wali) yang kebetulan jumlahnya 9, sehingga disebut sebagai Wali Sanga atau Wali Songo (9 wali). Dewan tersebut senantiasa ada, sekalipun berganti-ganti raja. Begitu pula, semasa pra kemerdekaan, BPUPKI membentuk tim perumus yang jumlahnya 9 orang dengan ketua Ir Soekarno (PPKI). Tak ketinggalan Bung Karno memberikan tambahan pertangungjawaban kepada MPRS bentukan Soeharto dengan istilah ‘Nawaksara’’(9 aksara atau pernyataan) yang kini kian meneguhkan kebenaran Bung Karno.

Meski angka 9 secara gamblang membuktikan adanya misteri dan keunikan namun mulia dan tidaknya seseorang, kata Gedhe, juga tergantung apakah orang tersebut bisa mendayagunakan 9 lubang manusia yang disebut babahan hawa sanga. Ke-9 lubang manusia itu terdiri dari dua mata, dua telinga, dua lubang hidung, ditambah sebuah mulut, dubur dan lubang kemaluan. Manusia harus bisa mendayagunakan 9 lubang itu jika ingin memperoleh kemuliaan. Sebaliknya, manusia akan mendapat kehinaan jika mengumbar 9 lubang tadi. Memang, untuk perempuan sebetulnya masih ditambah dengan dua puting payudara. Namun, ajaran filosofis masyarakat Jawa bersandar pada Adam, maka yang dijadikan patokan adalah kaum pria.

Ketua Yayasan Lestari Kebudayaan Tionghoa Indonesia, Suhu Acai sependapat dengan Gedhe Prawira. Menurutnya, angka 9 merupakan angka yang tertinggi dan angka hoki pembawa keberuntungan. Tak pelak, angka itu banyak digemari orang, termasuk SBY. Saking tenarnya, pelat nomor di mobil-mobil para jenderal kerap menggunakan angka 9. “Hampir 70 persen jenderal, plat nomornya pakai angka 9,” imbuhnya.

Saat ini, SBY menjadi seorang Presiden yang di dukung rakyat. Ironisnya, Presiden justru berkali-kali menegaskan bahwa rakyat diminta untuk menghindari hal-hal yang berbau ramalan atau prediksi, karena hal itu bersifat mistik, klenik, dan gaib. Setiap kali ada bencana menghantam bangsa ini, SBY selalu berpesan agar masyarakat menggunakan logikanya, bukan mistiknya Apa sebenarnya yang dikhawatirkan oleh Presiden, sehingga ia selalu wanti-wanti kepada rakyatnya agar menghindari hal-hal yang berbau mistik. “Bukankah doa, harapan, dan hasrat yang setiap saat kita panjatkan juga bersifat mistik dan gaib?” ujar Alvin.

Presiden, lanjut Alvin, seakan lupa bahwa partai yang paling berjasa dalam mengusung dirinya menjadi orang nomor satu di negeri ini adalah partai yang kaya dengan angka-angka yang berbau mistik, klenik, dan gaib. “Ia juga melupakan jika dirinya juga selalu melekatkan diri dengan angka 9” katanya. Lantas bagaimana dengan Slamet, tukang gorengan dari Pandeglang Banten yang bunuh diri gara-gara kenaikan harga 9 bahan pokok? Kabarnya, nomor rumahnya 9, tinggal di RT 09 dan di RW 9. Jadi?

Sri Widodo/Rega Indra Adhiprana