Archive for the Presiden SBY Category

Kisah Menteri dan Ani ‘Tukang Jamu’

Posted in Presiden SBY with tags , , on August 8, 2008 by anugue

Andai kata yang pernah terucap bisa ditarik kembali, mungkin Taufiq Effendi akan melakukannya. Namun, nasi sudah menjadi bubur, hingga ia harus merasakan sentilan istri presiden.

Ibu Ani SBY dan Mbok Jamu

Ibu Ani SBY dan Mbok Jamu

Saat memberikan pembekalan kepada pengurus dan anggota DPR dari Partai Demokrat (PD) se-Indonesia di Hotel Sahid, Jakarta, Menneg PAN Taufiq Effendi tampak begitu kesal. Sebab, beberapa kali arahannya ditentang oleh salah seorang peserta. Berulang kali peserta yang juga pengurus DPP PD tersebut menyela dengan mengatakan, “Atas petunjuk Ibu Ani melalui SMS yang kami terima….”


Mungkin, pengurus DPP PD tersebut rajin ber-SMS ria dengan Ani Yudhoyono, meski setelah SBY jadi presiden, Ani sudah tak lagi menjabat Wakil Ketua Umum PD.  Entah kenapa, saat peserta tersebut kembali “menginterupsi”, Taufik lantas keceplosan, “Ani mana? Ani tukang jamu atau Ani gado-gado?” Ucapan spontan tersebut sempat membuat geeer forum pembekalan. Maklum, meski Taufiq memiliki selera humor tinggi, namun lontaran ‘nakal’ itu sama sekali tak diduga peserta pembekalan. “Sys NS dan Max Sopacua yang hadir dalam acara tersebut pun dibuat terpingkal-pingkal,” ujar sumber Indonesia Monitor.

Tapi, banyolan Taufiq membawa sial. Tanpa diketahui olehnya, acara tersebut ternyata direkam. Parahnya, rekaman tersebut sampai ke Ani. Menurut sumber, Ibu Negara marah bukan kepalang. Tak kurang dari hitungan jam, SBY lantas menelepon Taufiq. Menurut sumber, SBY mengancam akan mencopot Taufiq sebagai Menneg PAN karena dinilai tidak beretika. Bahkan, sejak kejadian tersebut, hampir enam bulan SBY tidak menyapa Taufiq dan menolak menerima Taufik yang ingin menghadap meski untuk urusan dinas.

Makanya, menjelang reshuffle jilid 1, nama Taufiq santer sekali terdengar akan terlempar dari kabinet. Namun, menurut sumber, Vence Rumangkang menyelamatkannya. Salah satu pendiri PD itu berjuang dengan melobi orang-rang sekitar SBY dan berhasil mengamankan pensiunan polisi bintang satu tersebut.
Namun, ketika dikonfirmasi, Vence membantah pernah menyelamatkan Taufiq dari reshuffle kabinet. “Oh, nggak kok. Nggak benar itu. Saya nggak pernah berhubungan dengan Pak Taufiq soal reshuffle. Bukan saya itu,” ujar Vence kepada Indonesia Monitor, Jumat (1/8) pekan lalu.

Vence juga enggan dimintai komentarnya soal sosok Ani Yudhoyono. Ia mengaku tidak mau mengomentari orang karena hal itu sensitif. “Apalagi, sekarang saya nggak di Partai Demokrat. Kalau ngomong soal Ibu Ani, nanti saya ditelepon dan dimarahi Ibu Ani. Saya sekarang takut ngomongin orang, apalagi Ibu Ani,” ujar Vence yang sekeluarnya dari Partai Demokrat langsung mendirikan Partai Barisan Nasional (Barnas). Di situ, ia duduk sebagai ketua umum. Sementara, Sys Ns yang disebut-sebut hadir dalam acara itu mengaku pernah juga mendengar kisah ‘menteri dan Ani tukang jamu’ itu dari teman-temannya di PD. Namun, ia membantah jika ikut hadir di acara tersebut. “Nggak, saya nggak ada di situ,” ujarnya kepada Indonesia Monitor, Sabtu (2/8) pekan lalu.

Menurut Bahauddin Thonti, salah satu pendiri Partai Demokrat, sebenarnya tak hanya Ani yang begitu superior di lingkaran presiden. Ada satu lagi yang begitu berpengaruh terhadap SBY, yaitu ibu mertua. Thonti mengisahkan, saat acara peringatan haul R Soekotjo (ayah SBY), di Pacitan, tahun 2001, ia ikut datang. Hj Sunarti Sri Hadiyah, ibu mertua SBY, juga ada di situ. Saat itu, SBY sedang makan di ruang keluarga, kebetulan Thonti berada di ruangan tersebut. Tak jauh dari tempat SBY duduk, masih di ruangan itu, ada ibu mertua SBY sedang duduk-duduk sambil istirahat. Tiba-tiba, janda mendiang Sarwo Edhie Wibowo itu memanggil SBY, “Mas Bambang…”
Belum sampai selesai Hj Sunarti mengucapkan kalimat lanjutan, SBY langsung beranjak dari tempat duduknya. Piring yang ada di tangannya langsung diletakan di atas menja. “Dalem, Bu,” ujar SBY sambil menghampiri ibu mertuanya.

“SBY terlihat begitu ketakutan terhadap mertuanya. Saat sang mertua memanggil namanya, SBY begitu terburu-buru. Padahal, ia sedang makan,” ujar Thonti.

Namun, menurut Wakil Ketua Umum DPP PD Ahmad Mubarok, SBY tidak pernah disetir oleh siapapun, termasuk oleh Ani atau ibu mertuanya. “Saya pernah melihat sendiri secara langsung ketika Pak SBY menyuruh Ibu Ani untuk tidak ikut campur dalam satu masalah. Pak SBY bilang, ‘Ibu, yang seperti ini Ibu nggak usah ikut’,” ujar Ahmad Mubarok, menirukan ucapan SBY.

Moh Anshari, Sri Widodo
Sumber: Tabloid Indonesia Monitor
Edisi 6 Tahun I/6-12 Agustus 2008

SBY dan Pesan Kiai Misterius di Jalan Jaksa

Posted in Presiden SBY with tags on July 18, 2008 by anugue
SBY dan Kiai Muda di Jalan Jaksa

SBY dan Kiai Muda di Jalan Jaksa

Jauh sebelum menjabat Presiden, SBY dianggap tak bisa lepas dari dunia mistik. Setidaknya, ada dua kiai penasihat spiritual SBY. Moh Anshari dari Indonesia Monitor mewawancarai Achmad Mubarok, Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat yang kerap dipercaya SBY sebagai ‘pintu penghubung’ dengan kalangan spiritual. Berikut petikannya:

Sejauh mana pertalian SBY dengan dunia mistik?

Dulu, menjelang pencalonannya, Pak SBY sering mendapat isyarat dari para tokoh ulama yang memintanya bersedia mencalonkan diri sebagai Presiden 2004. Para ulama yang selalu menopang di belakang SBY memakai nama sandi ‘Kiai Langitan Banten’.

Ada dua kiai yang setia menopang di belakang SBY. Pertama, kiai misterius asal Banten yang tidak pernah mau disebut namanya sampai sekarang. Ciri-cirinya, usia masih muda, berpenampilan sederhana seperti bukan kiai, dan tinggal di sebuah gunung di Banten yang lokasinya berdekatan dengan Alm Mbah Dimyati (ulama karismatik Banten).

Uniknya, kiai misterius ini nggak pernah ketemu sama sekali dengan SBY. Komunikasinya lewat jarak jauh dan melalui beberapa perantara. Salah satunya saya. Kalau saya ketemu (dengan kiai misterius), biasanya di Jalan Jaksa, Jakarta Pusat. Terkadang di terminal, bandara atau lokasi wisata.

Kalau akan terjadi sesuatu yang kurang kondusif, dia nitip pesan kepada SBY lewat saya. SBY disuruh shalat tahajjud dan disuruh baca ‘Hasbunallah wa ni’mal wakil’’ sebanyak 7 kali. Bacaannya ringan- ringan saja. Kiai ini pula yang sudah jauh-jauh hari menangkap isarat bahwa SBY bakal jadi orang besar dan bakal terpilih sebagai presiden tahun 2004 lalu.

Hingga sekarang, kiai ini masih terus membimbing SBY dari jarak jauh. Kedua, KH. Nashihin (40), dari Pati, Jawa Tengah yang juga penasihat Jam’iyah Ahlit Thariqah Mu’tabarah Indonesia (JATMI). Beliau penasihat spiritual Pak SBY sejak menjadi Menko Polkam. Dia pula yang menyarankan Pak SBY mendirikan Partai Demokrat kemudian diminta mencalonkan diri sebagai capres 2004.

Laku spiritual yang dijalankan Pak SBY adalah melakukan ziarah ke makam para wali, seperti Kyai Kholil Bangkalan Madura, Maulana Hasanudin Banten, Sunan Gunung Djati Cirebon, Habib Husein Alaydrus Luar Batang Jakarta Utara dan lain-lain. Perjalanan spiritual tersebut setidaknya menjadikan Pak SBY punya keyakinan dan spirit batin yang tinggi.

Jangan-jangan, SBY juga meminta wangsit dulu dari penasihat spiritualnya sebelum memutuskan kebijakan?

Pak SBY bukan orang mistik. Dia sangat rasional. Dalam memutuskan kebijakan, Pak SBY lebih mengandalkan pertimbangan rasional ketimbang pertimbangan mistik. Tapi, minta didoakan kepada ulama. Dia memandang kiai sebagai orang yang harus dihormati, dimintai nasehatnya, dan diminta barokahnya. Siapa tahu akan mendatangkan barokah. Kiai-kiai nggak pernah ngasih wirid yang panjang-panjang.

SBY hanya diberi tasbih pemberian Syeikh Hisyam Kabbani (ulama asal Amerika) yang selalu dibawa kemana pun pergi. Ada lagi sebuah sorban pemberian KH Nashihin Pati. Tapi, tokoh-tokoh spiritual ini melakukan pengamanan secara supranatural tanpa sepengetahuan Pak SBY.

Apakah benar SBY sudah dibai’at (diikat) sebagai anggota tarekat?

Betul. Pak SBY pernah dibai’at menjadi anggota tarekat Naqsyabadiyah pimpinan Syaikh Hisyam Kabbani. Suatu ketika, Syaikh ini ketemu dengan Pak SBY sebelum jadi Presiden. Dia berkata berulang-ulang, “You will be president” kepada Pak SBY. Setelah itu, Pak SBY dibaiat sebagai anggota tarekat Naqsyabandiyah.

Hingga sekarang Pak SBY masih mengamalkan amalan tarekat itu. Bahkan, Pak SBY masih suka mengadukan diri kepada Syaikh kalau sedang menghadapi persoalan.

Menghadapi 2009, sudahkah ada wangsit dari penasihat spiritual buat SBY untuk kembali maju?

Belum ada pesan apakah Pak SBY diizinkan mencalonkan kembali atau tidak. Yang pasti, sudah ada isyarat dari beberapa ulama bahwa SBY akan menghadapi sejumlah rintangan dalam tahun-tahun ke depan. Jika pun memerintah kembali, Pak SBY diramal menemui zaman yang teramat sulit.

Fakta dan Cerita Mistis Seputar SBY

Posted in Presiden SBY with tags on July 18, 2008 by anugue

Ketika Angka 9

Menjadi ‘Tuhan’

Angka 9 adalah angka istimewa Presiden SBY. Angka itu dipercaya memiliki kekuatan yang bisa mengawal dan mengamankan kedudukannya sebagai orang nomor satu. SBY pemuja klenik?

DALAM dunia spiritual, sejatinya, tidak dikenal istilah kebetulan. Karena, semua yang terjadi adalah karena kuasa dan karsa-Nya. Manusia tidak akan mampu berbuat apapun tanpa izin Tuhan. Naiknya SBY menjadi presiden, penguasa di republik ini, juga bukan karena kebetulan. Ia lahir dari sebuah cita-cita panjang yang rapi direncanakan oleh para konseptornya. Para konseptor ini tidak hanya mengurus dukungan massa, pengumpulan dana, dan persyaratan lain yang tampak kasat mata tapi juga menempuh jalur lain yang ada kaitannya dengan rasa dan spiritual untuk mendukung cita-cita panjang itu.

Sudah jadi rahasia umum, Partai Demokrat yang pada awal berdirinya memiliki berbagai keunikan dalam hal menentukan angka-angka penanggalan serta angkaangka lain yang berkaitan dengan angka kelahiran sang calon presiden. SBY lahir pada 9-9-1949. Ada dominasi angka 9 dalam kelahiran presiden. Maka, angka 9 dianggap sebagai angka misterius, bernasib baik, serta angka keberuntungan. Tak heran jika kemudian dalam merumuskan tindakan, SBY tidak mau terlepas dari angka 9.

Fenomena Angka 9 dalam Pemilu 2004

  1. Partai Demokrat (PD) lahir pada, 9-9-2001.
  2. Pendiri PD ada 99 orang.
  3. Tim perumus berjumlah 9 orang.
  4. Akte notaris yang dikeluarkan oleh Aswendi Kamuli, SH Nomor 9
  5. Pengakuan dari Depkeh & HAM terjadi tanggal 9 Oktober 2001
  6. Diumumkan pada Lembaran Berita Negara juga Nomor 81 (9)
  7. Tanda gambar dalam Pemilu 2004 Nomor 9

Semuanya harus klop dengan kelahiran SBY tanggal 9-9-1949. Setelah menjadi presiden melalui Pemilu 2004 tanggal 9 bulan 9, SMS center kepresidenan pun bernomor 9949. Tidak hanya itu, harian yang memback up penuh kebijakan SBY, Jurnal Nasional dan Jurnal Bogor sarat dengan simbol-simbol angka 9. Pada Koran tersebut, setiap halaman 9, angkanya dipertebal dan diperbesar dibandingkan halaman yang lain. Setiap wawancara dengan narasumber, hanya 9 pertanyaan yang dilontarkan.

Media resmi kepresidenan namanya juga memakai angka 9: Sambung Hati 9949. Di luar angka kelahiran SBY, benarkah semua itu kebetulan belaka? Benarkah ini semua tanpa makna, tanpa prediksi, tanpa impian, dan tanpa perhitungan? Semuanya berujung pada pertanyaan: SBY pemuja klenik? Pertanyaan itu kembali hangat ketika jadwal pemungutan suara pemilu legislatif mundur menjadi 9 April 2009, dari jadwal yang telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebelumnya yakni tanggal 5 April 2009.

Anggota DPR dari Partai Amanat Nasional (PAN), Alvin Lie, juga mempertanyakan hal itu. Alvin menduga, perubahan tersebut bukan disebabkan karena bentrok dengan hari ibadah umat Kristen atau hari ritual Cheng Beng bagi warga keturunan Cina. Tapi, disebabkan SBY seperti mendewakan angka 9. Apalagi, perubahan dilakukan setelah Ketua KPU, Abdul Hafidz Anshary, bertemu SBY.

Sebenarnya, apakah misteri di balik angka 9? Ketua Lembaga Penegakan Budaya Nusantara Putu Gedhe Prawira, mengatakan, angka 9 merupakan angka yang tertinggi dan terunik. Angka ini penuh misteri. Sebab, jika dikalikan kelipatan berapapun lalu dijumlahkan, akan tetap menghasilkan angka 9. Menurutnya, angka 9 menjadi terkenal semenjak kerajaan Demak, karena keberadaan Wali Sanga (dewan wali) yang kebetulan jumlahnya 9, sehingga disebut sebagai Wali Sanga atau Wali Songo (9 wali). Dewan tersebut senantiasa ada, sekalipun berganti-ganti raja. Begitu pula, semasa pra kemerdekaan, BPUPKI membentuk tim perumus yang jumlahnya 9 orang dengan ketua Ir Soekarno (PPKI). Tak ketinggalan Bung Karno memberikan tambahan pertangungjawaban kepada MPRS bentukan Soeharto dengan istilah ‘Nawaksara’’(9 aksara atau pernyataan) yang kini kian meneguhkan kebenaran Bung Karno.

Meski angka 9 secara gamblang membuktikan adanya misteri dan keunikan namun mulia dan tidaknya seseorang, kata Gedhe, juga tergantung apakah orang tersebut bisa mendayagunakan 9 lubang manusia yang disebut babahan hawa sanga. Ke-9 lubang manusia itu terdiri dari dua mata, dua telinga, dua lubang hidung, ditambah sebuah mulut, dubur dan lubang kemaluan. Manusia harus bisa mendayagunakan 9 lubang itu jika ingin memperoleh kemuliaan. Sebaliknya, manusia akan mendapat kehinaan jika mengumbar 9 lubang tadi. Memang, untuk perempuan sebetulnya masih ditambah dengan dua puting payudara. Namun, ajaran filosofis masyarakat Jawa bersandar pada Adam, maka yang dijadikan patokan adalah kaum pria.

Ketua Yayasan Lestari Kebudayaan Tionghoa Indonesia, Suhu Acai sependapat dengan Gedhe Prawira. Menurutnya, angka 9 merupakan angka yang tertinggi dan angka hoki pembawa keberuntungan. Tak pelak, angka itu banyak digemari orang, termasuk SBY. Saking tenarnya, pelat nomor di mobil-mobil para jenderal kerap menggunakan angka 9. “Hampir 70 persen jenderal, plat nomornya pakai angka 9,” imbuhnya.

Saat ini, SBY menjadi seorang Presiden yang di dukung rakyat. Ironisnya, Presiden justru berkali-kali menegaskan bahwa rakyat diminta untuk menghindari hal-hal yang berbau ramalan atau prediksi, karena hal itu bersifat mistik, klenik, dan gaib. Setiap kali ada bencana menghantam bangsa ini, SBY selalu berpesan agar masyarakat menggunakan logikanya, bukan mistiknya Apa sebenarnya yang dikhawatirkan oleh Presiden, sehingga ia selalu wanti-wanti kepada rakyatnya agar menghindari hal-hal yang berbau mistik. “Bukankah doa, harapan, dan hasrat yang setiap saat kita panjatkan juga bersifat mistik dan gaib?” ujar Alvin.

Presiden, lanjut Alvin, seakan lupa bahwa partai yang paling berjasa dalam mengusung dirinya menjadi orang nomor satu di negeri ini adalah partai yang kaya dengan angka-angka yang berbau mistik, klenik, dan gaib. “Ia juga melupakan jika dirinya juga selalu melekatkan diri dengan angka 9” katanya. Lantas bagaimana dengan Slamet, tukang gorengan dari Pandeglang Banten yang bunuh diri gara-gara kenaikan harga 9 bahan pokok? Kabarnya, nomor rumahnya 9, tinggal di RT 09 dan di RW 9. Jadi?

Sri Widodo/Rega Indra Adhiprana